Jumat, 02 Januari 2015

Agustus - September



Semangat Pagi...!!!
Untuk mentari yang baru membuka selimutnya
Untuk embun yang masih duduk di dedaunan
Untuk semilir angin yang menggelitik tulang-tulang
Bahkan beberapa asap putih masih menyelimuti jalanan
Dengan setia mengiringi perjalananku...
Menelusuri bukit satu ke bukit yang lain
Merayapi setiap jengkal kemiringannya
Menjejaki aliran deras sungai di lembah
Memutus terowongan dedaunan hutan kayu
Hingga merangkak menaiki bukit-bukit lagi,
Sesekali jantung kami berdesir...
Mengintip lembah jurang di kanan atau kiri jalan
Bahkan bulu kuduk berdiri...
Tertusuk nyanyian hutan pagi hari
Dalam hati terus berdo’a
“Ya Allah.. Ini perjalanan dan perjuangan kami,
Meski berat penuh peluh keringat,
Kami yakin ini bukan suatu kesia-siaan,
Tetaplah jaga dan lindungi kami dalam jihad kami..”
Ini bukan cerita pengorbanan..
Ini hanya sebait kebahagiaan,
Demi sampai di rumah belajar
Demi kawan-kawan yang kami nantikan
Demi ilmu yang kami inginkan
Dan demi cita-cita yang selalu kami perjuangkan...
Banyumanik hingga Sekaran
Bukanlah suatu hambatan
Tapi itu adalah sebuah perjalanan
Yang akan selalu kami perjuangkan...!

Coretan Kecilku


Aku masih disini...
Mengenang serpihan cerita masa itu
Menziarahi setiap jejaknya
Mengumpulkan puing-puing kenangannya
Menjadi puzzle utuh untuk ku rekatkan,
Tak akan pernah aku benci kenangan itu
Pun karena sakit bagai sayat sembilu,
Terlalu banyak manis yang ku cecap
Tak bisa hilang hanya dengan sebuah khilaf
Aku akui, aku bahagia dengan masa itu...
Lantunan lirik melodi berbungkus drama
Mengajariku arti rindu pada hakikatnya,
Terlalu banyak tawa dan duka
Untuk diacuhkan begitu saja
Mereka bukan sampah untuk dibungkus dan dibuang
Mereka adalah ingatan untuk dibingkai dengan kaca,
Entah butuh berapa ribu hari
Untuk ku terbiasa tanpanya...
Tapi aku tak akan pernah lupa
Akan perjuangan ku untuk bertahan
Akan makna sebuah kepercayaan
Antara kejujuran yang menyakitkan
Dan untuk semua rindu ku akan kenangan itu...

Rabu, 17 Desember 2014

Gadis Pejuang Ilmu


Mentari pagi belum mengibaskan sayapnya
Saat kedua mata bulatnya membuka dunia
Bahkan butiran embun pagi masih duduk di dedaunan
Saat kaki-kaki kecilnya mulai menginjak halaman rumah,
Perlahan dia lukis jejak perjuangannya diatas tanah
Dengan dua kaki mungil beralaskan kulit
Tertatih menyusuri lembah hingga perbukitan
Melawan lebatnya hutan dalam remang
Hingga memecahkan derasnya aliran sungai,
Tetes peluh itu tak pernah menjadi alasan
Untuk sejenak berhenti menyapa alam
Tekadnya hanya satu...
Bisa mencari segenggam ilmu untuk masa depan
Dengan sekian banyak keterbatasan
Yakinnya “Ini adalah Perjuangan”
Tak perlu memperbesar sebuah kerikil di depan kaki
Jika kita bisa medapat segunung ilmu di ujung jalan
Tetaplah berjuang gadis kecilku !
Selesaikan perjuanganmu...!!!